5 Masalah Kulit Kepala

Kalo ngomongin perawatan rambut, kita sering melupakan bagian yang nggak kalah penting yaitu: kulit kepala. Fokus kita tersita di batang rambut, bagian yang memang keliatan dan bisa dipegang. Wajar, siapa juga yang pernah muji kamu “wah kulit kepala kamu sehat ya.” Faktanya, kulit kepala itu tempat rambut kita tumbuh, dan akan sangat berpengaruh ke tingkat kesehatan batang rambut.

Yuk, kenalan lebih jauh dengan kulit kepala kamu. Di sini, Quo akan jelasin beberapa hal yang seringkali dikeluhkan oleh customer sebagai “masalah rambut” mereka, padahal sebenarnya itu masalah kulit kepala. Ingat, kulit kepala sehat = rambut sehat.

1. Kulit Kepala Berminyak

Kondisi kulit kepala berminyak adalah saat sebaceous gland atau kelenjar minyak memproduksi sebum secara berlebihan. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kulit kepala berminyak yaitu: perubahan hormon, genetik (memang kondisi asli), atau kombinasi dari semuanya.

Sebum yang diproduksi oleh kelenjar minyak di kulit kepala berfungsi untuk membentuk suatu lapisan perlindungan agar permukaannya tetap lembab. Sebum yang berlebihan dapat membuat rambut terasa berminyak dan pada akhirnya berkontribusi pada kerontokan rambut.

Eits, tapi kulit kepala berminyak ga berarti buruk ya. Dalam kasus hair coloring maupun chemical processing lainnya, kondisi ini bisa menguntungkan. Tingkat kelembaban kulit kepala yang tinggi membuat rambut jadi lebih tidak gampang patah saat pemrosesan.

Ciri-ciri dari kulit kepala berminyak yaitu:

– batang rambut cepat berminyak
– kadang disertai kerontokan
– ketombe basah (ukuran cukup besar & berminyak)
– bau tidak sedap
– rasa gatal.

Saat kelenjar minyak kamu memproduksi sebum secara berlebihan, terjadilah ketidakseimbangan pH di kulit kepala (menjadi terlalu alkaline). Yang terjadi bila pH di kulit kepala terlalu alkaline: batang rambut lebih rawan bergesekan, sehingga terjadi kerusakan kutikula (kusam, frizzy, kasar).

Minyak yang berlebihan tersebut pun membuat debu, polusi, dan sisa-sisa hair product jadi lebih gampang “tertinggal” di rambut. Saat tidak diatasi, akan ada resiko penyumbatan di folikel rambut sehingga membuat rambut gampang rontok dan bahkan menutup kemungkinan rambut baru untuk tumbuh.

Recommended treatment:

  • Scalp Detox secara rutin. Dengan kandungan Persimmon Tannin, Purple Leaf Coneflower Extract, dan Tea Leaf Extract diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah kulit kepala berminyak.
  • Gunakan produk yang ditargetkan untuk rambut berminyak atau rambut berketombe.
  • Hindari styling product yang berbahan dasar minyak (atau cukup aplikasikan di batang rambut).
  • Batasi pemakaian dry shampoo.
  • Rutin keramas.

2. Kulit Kepala Kering

Perasaan baru keramas, kulit kepala juga nggak berminyak, eh tapi kenapa rasanya gatal dan ada kulit kepala yang rontok ya? Bisa jadi itu kulit kepala kering. Kondisi dry scalp sering disalahartikan sebagai ketombe, padahal bukan.

Pernah liat kan, orang yang kulitnya kering sampai ngelupas? Nah, kulit kepala juga sama seperti itu. Pengelupasan terjadi karena tidak ada kelembaban yang “mengikat”.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan dry scalp: perubahan cuaca (lingkungan), usia (kehilangan kelembaban), nutrisi atau asupan gizi, genetik (memang kondisi asli), terlalu sering keramas, atau gabungan dari semuanya.

Ciri-ciri dari kulit kepala kering yaitu:

– Permukaan kering (biasanya dibarengi dengan batang rambut dan bagian kulit lainnya yang kering, terutama di sekitar hairline)
– Kulit kepala terlihat kemerahan
– Sensasi tegang atau kencang di kulit kepala
– “Ketombe kering” (flaky scalp)
– Rasa gatal (dibarengi rasa nyeri saat terlalu sering digaruk)

Kondisi kulit kepala kering sering disalahartikan sebagai poor hygiene atau kebersihan diri yang buruk. Penampakan kulit kepala rontok yang mirip ketombe cenderung membuat kita insecure dan ujungnya jadi sering keramas. Padahal, terlalu sering keramas bisa memperparah kondisi ini. Sama halnya dengan kulit wajah, terlalu banyak pencucian akan menyebabkan pengelupasan dan memperkering kulit.

Kulit kepala kering sering berujung pada kulit kepala yang lebih sensitif, karena tidak ada barrier atau lapisan pelindung yang cukup untuk melapisi kulit kepala dari faktor-faktor eksternal.

Recommended treatment:

  • Sama halnya dengan kulit wajah yang kering, kulit kepala juga perlu dibersihkan dengan betul kemudian diberi kelembaban. Scalp Detox dengan kandungan Royal Jelly Extract serta Soybean Extract dapat menenangkan inflamasi di kulit kepala kering dan sensitif.
  • Gunakan produk yang ditargetkan untuk rambut kering atau kulit kepala sensitif sebagai perawatan di rumah.
  • Jangan terlalu sering keramas, karena dapat memicu hilangnya kelembaban.
  • Batasi pemakaian dry shampoo, karena dry shampoo faedahnya berfungsi untuk mengeringkan sebum yang ada di kulit kepala.

3. Fungus / Infeksi Jamur

Secara alami, terdapat sejumlah kecil jamur yang hidup di tubuh kita. Namun saat pertumbuhannya tidak terkontrol, kondisi tersebut akan berubah menjadi infeksi jamur dan mengganggu regenerasi sel di kulit.

Infeksi jamur rawan terjadi di daerah-daerah yang hangat, lembab dan jarang terekspos oleh udara, salah satunya kulit kepala kita. Kita pun tinggal di negara tropis yang iklimnya memang lembab, hal ini merupakan salah satu pemicu terjadinya infeksi jamur.

Kalo kamu masih bingung, Quo kasih contoh skenario: siang-siang pake helm motor, mengarungi kemacetan Jakarta. Bayangkan panas dan lembabnya…. tempat yang ideal bagi jamur untuk berkembang biak, kan? Itu hanya salah satu contoh ya.

Beberapa ciri-ciri infeksi jamur di kulit kepala:

– Rasa gatal (yang agak ekstrim)
– Kulit kepala mengelupas atau flaky scalp
– Kerontokan secara tiba-tiba
– Permukaan kulit kepala terasa lembek
– Di beberapa kasus, dibarengi munculnya sejenis jerawat kecil yang berisi nanah.

Ada banyak faktor lainnya yang turut berkontribusi dalam infeksi jamur, antara lain:

  • pola makan yang buruk (terlalu banyak mengkonsumsi gula)
  • sistem imun yang lemah
  • sering dalam kondisi berkeringat (tanpa benar-benar kering)
  • sering atau baru saja dalam masa pengobatan yang menggunakan antibiotik (terlalu banyak antibiotik akan mematikan semua bakteri termasuk bakteri baik yang bisa melawan jamur)
  • kebersihan diri yang kurang baik
  • stress
  • dan masih banyak lagi.

Recommended treatment:

  • Gunakan shampoo anti ketombe yang memiliki bahan aktif antara lain: Selenium Sulfide, Ketoconazole, Zinc Pirythione, atau Salicylic Acid.
  • Berobat ke dokter, karena infeksi jamur perlu didiagnosis secara langsung oleh dokter. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa pengobatan yang tidak bisa kamu beli over the counter.
  • Biasakan untuk Scalp Detox secara rutin, karena kita memang tinggal di negara dengan iklim cuaca yang lembab. Kulit kepala perlu dijaga kebersihannya guna mencegah tumbuhnya infeksi di masa depan.
  • Keringkan kulit kepala dengan betul setelah berkeringat. Kalau pun situasinya kamu berhijab (tidak bisa air dry di depan umum), biasakan untuk keramas setelah seharian berkeringat.

4. Medical Skin Condition

Seperti yang Quo bahas di atas, kulit kepala kita sama saja dengan bagian kulit yang lain. So yes, kulit kepala kita juga dapat mengalami kondisi medis yang kamu kira cuma ada di kulit, contohnya:

– Sebhorreic dermatitis (ketombe yang sebenarnya)
– Psoriasis
– Eczema
– Contact dermatitis (alergi)

Kondisi-kondisi tersebut sering dibarengi dengan tingkat sensitivitas yang tinggi, rasa kering tegang menuju perih, kulit kepala kemerahan, dan di beberapa kasus ada ditemukan luka mengelupas hingga berdarah (tergantung tingkat keparahan kasus). Saat tidak ditangani dengan tepat, medical skin condition yang terjadi di kulit kepala dapat menyebabkan kerontokan rambut yang kronis.

Di sini, Quo ga akan jelasin terlalu banyak, karena masalah kulit perlu diagnosa dari dokter spesialis yang profesional. Mau masukin contoh gambar, tapi asli agak serem. Klik link ini untuk lihat lebih jelas, proceed with caution.

Recommended treatment: ke dokter spesialis kulit.

5. Penumpukan Sisa Produk

Ah, dry shampoo. Sahabat semua umur, gampang dipakai, hasil terlihat bersih secara instan bikin ga perlu keramas. Atau mungkin kamu lebih akrab dengan hair spray, supaya rambut tahan badai? Texturizing spray, anyone?

Produk apa pun, baik perawatan maupun styling, bagi Quo nggak ada yang buruk ya. Dengan catatan, pemakaian secukupnya dan tidak berlebihan. Saat kamu memakai berbagai macam produk (apalagi produk styling) dan kamu jarang keramas, yang akan terjadi adalah penumpukan sisa produk.

Bayangkan kandungan produk yang baik untuk kulit kepala dan rambut kita, berusaha diserap, tapi dihalangi oleh sisa-sisa produk yang menumpuk. Hal ini selain tidak efektif untuk kesehatan rambut, tapi juga pada kesehatan dompet karena sudah mahal-mahal beli produk eh ujungnya ga keserap. Kondisi penumpukan produk dapat menimbulkan penampakan seperti ketombe bila tidak diatasi, dan di beberapa kasus dapat menutup folikel sehingga menghambat pertumbuhan rambut baru.

Recommended treatment:

  • Untuk kamu yang punya rambut berwarna atau perming dalam bentuk lainnya, usahakan untuk rutin Scalp Detox. Treatment Scalp Detox memang ditargetkan untuk membersihkan kulit kepala kamu tanpa mempengaruhi warna/bentuk batang rambut kamu.
  • Gunakan produk perawatan yang ditargetkan untuk deep cleansing di kulit kepala, dan gunakan secara bergantian dengan shampoo biasa. (Untuk rambut berwarna: gunakan shampoo atau produk lainnya untuk mempertahankan warna seperti biasa setelah deep cleansing kulit kepala kamu).
  • Gunakan dry shampoo serta produk styling lainnya saat benar-benar perlu saja.

Nah.

Di sini Quo membantu kamu untuk mengidentifikasi:

  • Common scalp problem atau masalah kulit kepala pada umumnya..
  • .. yang mungkin merupakan sumber masalah kerontokan kamu. However, perlu dipahami bahwa kerontokan rambut bisa dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Quo hanya menjelaskan tentang yang paling umum.
  • Tindakan apa yang sekiranya bisa membantu masalah kamu berdasarkan tipe kulit kepala kamu.

Quo juga seperti kamu, sama-sama berusaha mengatasi permasalahan rambut dan kulit kepala, tapi perlu dicatat bahwa Quo bukan dokter. Untuk solusi yang benar-benar dari pakarnya, bisa kunjungi Trichologist (dokter spesialis rambut rontok) atau Dermatologist (dokter spesialis kulit).