Tips Mencegah Rambut Rontok

Rambut adalah aksesoris yang nggak akan dilepas. Kalau rambut udah rusak, waduh ngerawatnya setengah mati, ditambah lagi dengan rontok. Quo bakal share beberapa tips untuk mencegah rambut rontok yang dimulai dari kebiasaan dan lifestyle sehari-hari kamu.

1. Hindari hairstyle yang terlalu “narik”.

Saat beraktivitas, kadang rambut bisa bikin rempong dan bawaannya pengen ngiket kenceng supaya ga ganggu.

Kunciran, kepangan, atau hairdo lainnya yang bagi kita praktis, nyatanya terlalu kencang sampai bisa narik rambut sampe ke akar, bikin rambut jadi gampang rontok (apalagi di kulit kepala yang memang sensitif). Belum lagi kalo karet kunciran yang kamu pake terlalu ketat. Pasti pernah deh, niatnya ngelepas kunciran, eh rambutnya ikut lepas juga.

Solusinya : hindari menguncir terlalu kencang, dan kalo memang perlu dikuncir, beralihlah ke kunciran rambut bahan satin yang lebih ramah ke rambut. Baca lebih lanjut tentang benefit menggunakan bahan satin untuk rambut kamu.

2. Kurangi frekuensi penggunaan heat styling tool.

Cara kerja hairdryer adalah mengeluarkan angin (panas) artifisial untuk mempercepat proses penguapan air. Saat hairdryer kamu terlalu panas, yang terjadi adalah kelembaban di rambut dan kulit kepala kamu akan menguap kemudian menghilang. Sure, kamu bisa pake heat protectant untuk batang rambut, tapi gimana dengan kulit kepala kamu (terutama yang sensitif)?

“Tapi kalo gak hair dryer an aku pusing, gimana dong Quo?”

Nah, untuk ini, ada solusi lain. Instead of hair dryer-an dari awal, coba kamu pake handuk microfiber.

Kenapa pilih bahan microfiber dan bukan handuk biasa? Karena 1 inci persegi dari bahan microfiber memiliki sekitar 200,000 serat, yang bisa menyerap air pada rambut jauh lebih cepat dibandingkan dengan handuk biasa. Kamu bisa coba Dry Me Microfiber Towel, bentuknya yang lebar dan ada kancing bisa bikin tangan jadi bebas beraktivitas selagi nunggu kering. Baru setelah agak kering, kamu pake hair dryer untuk memastikan rambut benar-benar kering di bagian dalam, jadi nggak perlu terlalu lama memaparkan rambut pada panasnya hair dryer.

Stop metode mengeringkan rambut dengan handuk biasa. Handuk biasa = lebih banyak gesekan = lebih banyak rambut bercabang dan rentan rontok. Yuk, coba budayakan less heat, healthier hair & scalp.

3. Dimulai dari kulit kepala.

Kerontokan rambut adalah satu dari beberapa ciri-ciri dari kulit kepala yang bermasalah. Biasanya dibarengi dengan rasa gatal dan ketombe. Masalah kulit kepala dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun yang pasti akibatnya dapat menghambat pertumbuhan rambut baru.

Solusi paling awal yang bisa kamu coba adalah shampo anti ketombe (anti dandruff shampoo). Kandungan aktif dari produk anti ketombe dapat membantu membersihkan kulit kepala lebih ekstra dari shampoo biasa. Zat aktif ampuh yang perlu kamu cari di shampo anti ketombe antara lain: ketoconazole, asam salisilat (salicylic acid), zinc pyrithione, selenium sulfide.

Kalau tingkat masalah kulit kepala kamu cukup ringan, harusnya kamu akan merasakan perbedaannya hanya dengan beberapa kali pemakaian anti-dandruff shampoo.

Untuk yang takut rambut jadi terlalu kering, kamu bisa tetep pake shampoo yang biasa secara bergantian dengan shampoo anti ketombe. Jangan skip  kondisioner, masker, dan serum kamu ya.

4. Pentingnya Scalp Detox.

Kamu harus tau: masalah kerontokan rambut dimulai dari kulit kepala. Kalo kamu nggak memperbaiki dari kulit kepala, maka rontok kamu nggak akan berkurang.

Kulit kepala merupakan tempat rambut baru tumbuh, dan kondisinya akan mempengaruhi kesehatan batang rambut. Mulai dari terlalu berminyak, kurang lembab, terlalu kering, penumpukan produk, permasalahan kulit.. banyak faktor yang bisa membuat kulit kepala jadi tidak ideal (= rambut tidak ideal juga). Cek diagram sebelah untuk lihat anatomi kulit kepala dan rambut.

 

Sesekali lakukan Scalp Detox untuk membersihkan dan menyegarkan kulit kepala kamu agar pertumbuhan rambut tidak terhambat, dan supaya produk yang kamu pakai dapat bekerja dengan maksimal. Terutama untuk teman-teman dengan rambut pasca pewarnaan atau hair service lainnya, yang memang tidak disarankan untuk sering-sering keramas.

5. Istirahat dari Chemical Process dulu.

Pengen Coloring / Keratin Therapy, tapi rambut rontok? Sering banget dapet pertanyaan gini, dan Quo selalu jawab : sehatin dulu ya rambutnya.

Chemical process is still a process, walaupun belum tentu merusak rambut, tetap akan ada efek sampingnya (tidak akan sama dengan virgin hair). Apalagi rambut yang dari aslinya emang rapuh, akan jadi lebih mudah patah dan terasa seperti rontok padahal bukan.

Belum lagi kalo pas proses pengerjaan, kulit kepala kamu juga terpapar pada bahan kimia. Beberapa orang yang kulit kepalanya lebih sensitif bisa merasakan efek gatal dan mungkin rontok. Maka dari itu, Quo selalu menawarkan penambahan produk Still Cap saat proses guna memberikan perlindungan ekstra untuk kulit kepala kamu.

6. In your sleep.

Secapek-capeknya aktivitas, kita pasti menyempatkan untuk skincare routine sebelum tidur. Pernah kepikiran nggak, rambut dan kulit kepala kita itu juga butuh perhatian lebih loh. Kadang, rambut rontok dan patah itu disebabkan oleh gesekan yang terjadi pada saat tidur.

But don’t worry, ga perlu effort yang gimana-gimana kok. Cukup ganti sarung bantal katun kamu ke sarung bantal bahan satin. Say goodbye ke bangun pagi rambut kusut, frizzy, maupun rambut melayang. Bahan satin dapat mengurangi rambut patah (hair breakage), jauh lebih lembut ke rambut kamu dibanding bahan katun biasa.

Read more about Satin Pillowcase here

7. Comb it through.

Selalu sempatkan sisiran sebelum tidur, karena kalo kamu tidur dengan kondisi rambut kusut (ditambah posisi tidur yang aneh-aneh), kamu akan bangun dengan rambut yang jauh lebih kusut lagi.

Selain mengurangi rambut kusut, menyisir juga dapat memberikan sensasi pijatan pada kulit kepala. Scalp massage dapat mengaktifkan sirkulasi darah, dan merangsang pertumbuhan rambut baru. Pilih sisir yang cukup renggang untuk meminimalisir tarikan, salah satu contohnya yaitu The Wet Brush yang memiliki bermacam-macam varian untuk setiap jenis rambut (tersedia offline di Quo Studio).

8. Kondisi kesehatan.

Kerontokan rambut bisa jadi salah satu tanda dari kondisi kesehatan kamu. Beberapa faktor kesehatan yang berpengaruh pada kerontokan rambut yaitu:

– Hormon
– Menopause
– Gangguan tiroid

–  Kondisi pasca melahirkan
– Stress
– Penurunan berat badan yang drastis
– Anemia kekurangan besi (iron deficiency)

– Pola makan atau asupan gizi yang buruk

Jika kerontokan kamu memang merupakan salah satu dari penyakit di atas, maka kerontokan tersebut akan membaik seiring dengan meningkatnya kondisi kesehatan. Sama halnya dengan perbaikan asupan gizi yang efeknya akan terasa dalam jangka panjang.

9. Seek professional help.

Ada banyak diagnosa dan solusi dari internet mengenai masalah rambut rontok. Namun, apabila semua cara sudah kamu lakukan dan kamu masih merasa belum ada perubahan yang signifikan, mungkin itu saatnya kamu periksa di dermatologist (dokter spesialis kulit) atau Trichologist (dokter spesialis kerontokan rambut). Ada beberapa kondisi yang memang memerlukan diagnosa yang lebih mendetil serta pengobatan dengan resep dokter.

Dermatologist maupun Trichologist juga dapat meresepkan obat yang ditargetkan untuk pertumbuhan rambut. Saran Quo, jangan asal Google obatnya lalu beli sendiri di internet tanpa resep ya, karena pengobatan tersebut memang harus dijelaskan baik-baik oleh dokter profesional.