Hair Bleaching 101

Bleaching apa sih? Sering banget denger tapi ga bener-bener tau itu apa? Penasaran pengen ganti warna rambut tapi masih takut karena sering denger kisah horor tentang bleaching?

Yuk, kali ini Quo Studio akan jelasin ke kamu semuanya tentang bleaching, langsung dari sumbernya: our very own talented stylists.

“Apa itu Bleaching?”

Bleaching : proses kimia yang menghilangkan warna natural (melanin) dari rambut asli.

Secara sederhana, bleaching merupakan proses supaya rambut (warna apa pun), menjadi “kanvas” bersih untuk dimasuki warna-warna yang diinginkan. Semakin banyak bleaching = semakin bersih “kanvas” = semakin banyak opsi warna yang bisa dicapai.

Proses bleaching ini penting banget untuk orang yang berniat mengubah warna rambut. Coba liat hair chart di samping. Semakin gelap warna rambut asli kamu (hi, teman-teman Asia), maka lebih banyak proses bleach- ing yang dilakukan. Misalnya rambut asli kamu ada di level 2 dan kamu pengen warna rambut di level 9, maka akan memerlukan proses bleaching lebih banyak dari menuju ke level 6.

“Bleaching bikin rambut rusak gak sih?”

Bleaching adalah satu-satunya solusi kalo kamu mau mengubah warna rambut secara drastis, tapi solusi tersebut bukan datang tanpa resiko.

Saat kamu melakukan proses bleaching, tekstur rambut kamu sudah pasti nggak akan jadi lebih baik.

Pada esensinya, rambut yang udah pernah di bleaching itu tidak akan sama dengan rambut virgin.
Rambut bisa dibilang virgin apabila belum pernah di- proses secara kimia (antara lain: pelurusan, styling permanen, pewarnaan dalam bentuk apa pun, maupun bleaching).

Jawabannya : bleaching pasti merubah tekstur rambut kamu dan jika tidak dirawat dengan baik dan benar, rambut bisa rusak juga patah. Selain itu, warna terang (grey, rose gold, pastel, unicorn) = lebih banyak bleaching.

“Jadi semua cerita horor tentang bleaching itu betul?”

Di kasus bleaching tingkat tinggi, bisa aja rambut jadi poros sampai patah di tengah-tengah. Kenapa? Karena dipaksakan bleaching padahal kondisi rambut udah nggak kuat.

Yes, bleaching bisa merubah tekstur rambut jadi kasar dan rusak. Tapi rusaknya sampai ke tahap apa, itu yang bisa kita kontrol.

Saat dilakukan dengan benar oleh stylist profesional, mereka bisa memperhitungkan berdasarkan kondisi awal rambut dan tingkat warna yang mau dicapai, kira-kira proses bleaching yang dilakukan sampai ke level berapa, dan stylist di Quo Studio bisa mengedukasi kamu cara untuk menanggulangi kerusakan dari bleaching dan cara mepertahankan warna lebih lama.

“Mau coloring tanpa bleaching, bisa?”

Bisa dong, tergantung warna yang ingin dicapai. Quo Studio menyediakan pilihan Brunette No Bleach.

Tapi kalo warna yang kamu inginkan misalnya Grey/Pink Pastel, “bisa ga pake bleaching?” Jawabannya: TIDAK BISA.

Bayangin kamu mau melukis warna terang di kanvas warna hitam, bisa nggak? Jelas nggak bisa. Proses bleaching itulah yang membuat kanvasnya jadi putih atau setidaknya bisa dimasuki warna.

Sedangkan warna Brunette kenapa masih bisa tanpa bleaching? Karena tingkatan warna yang mau dicapai nggak terlalu jauh dari warna rambut asli masing-masing.

“Oke, paham, tapi tetep takut bleaching, cuman pengen banget punya rambut berwarna!”

Wajar, karena rambut kalo udah rusak emang bener-bener menyusahkan hidup.

Mewarnai rambut itu komitmen. Kamu harus siap memberikan perawatan ekstra. Selain produk seperti shampoo, conditioner, dan masker, ada perawatan di salon yang wajib banget kamu coba kalo kamu pengen menyehatkan tekstur rambut kamu. Dan nggak berhenti di situ, ada beberapa lifestyle kamu yang perlu disesuaikan dengan kondisi rambut pasca bleaching. Ribet? Iya. Worth it? Sangat.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, para stylist di Quo udah menyiapkan daftar produk dan treatment yang kamu wajib banget beli supaya rambut ga rusak parah karena bleaching.

Quo’s Hair Care Approved